Yayasan Darma Semara Girang & Bali Sakti Culture Memiliki Visi Untuk Melestarikan Kebudayaan Nusantara

0
159
Bali Sakti Culture

Yayasan Darma Semara Girang yang kini menjadi Bali Sakti Culture terus mengawal visi misi yang mulia. Ditengah kencangnya arus gaya hidup modern, yayasan yang berlokasi di Ubud tersebut terus berkomitmen untuk melestarikan kebudayaan nusantara melalui kegiatan seni tari dan gamelan Bali.

Bali Sakti Culture

Putu Adnyana Putra,S.pd selaku founder beserta tim terus berkolaborasi untuk menjalankan visi misi tersebut di atas. Adapun bukti nyata yang telah mereka lakukan yaitu dengan memeberikan kesempatan bagi anak didik di sanggar tari untuk pentas di beberapa venue seperti hotel,restaurant dan event-event lainnya. Kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat bagi generasi muda Bali khususnya karena selain dapat melestarikan warisan seni dan budaya, juga dapat menambah uang saku sehari-hari sehingga dapat meringankan beban orang tua mereka masing-masing.

Kegiatan yang bersifat sosial ini tentunya menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi generasi muda, dan kabar baiknya dalam waktu dekat salah satu rumah produksi film dokumenter dari German akan melakukan shooting film dokumenter untuk yayasan ini.Yayasan yang dibentuk sejak tahun 2007 ini memiliki perjalanan panjang dan berikut kutipan perjalanan panjang dari Yayasan Bali Sakti Culture.

Bermula pada tahun 2007 kami mendirikan SANGGAR SEMARA GIRANG di desa Bentuyung Sakti , dengan pendukung sebanyak 25 orang bermula dari suatu seni tabuh, dan tari. Kegiatan kami di ikuti oleh anak – anak dari Br. Bentuyung Sakti.

Tahun demi tahun Kami lewati suka dan duka kami atasi , pada saat itu kami berlatih di rumah ketua sanggar. Jikapun kami ikut berpartisipasi di desa lain , kami hanya mengaturkan ngayah , dan rutin mengaturkan ngayah di desa kami. Di sanggar kami memiliki Pembina tari yang sementara diambil dari kalangan sanggar untuk bisa mengajar anak- anak , karena banyaknya anak – anak yang antusias ingin belajar seni tari dan seni tabuh. Dengan keterbatasan kami akhirnya kami berupaya menyewa guru tari luar yang berbayar untuk mengajar di sanggar kami.

Putu Adnyana Putra,S.pd Founder Yayasan Semara Girang


Beberapa tahun berlalu kebutuhan finansial tidak bisa di elakan lagi, dan kami berfikir bahwa penyajian seni budaya kami sudah pantas untuk di pentaskan secara komersial, dari itu kami memutuskan untuk mementaskan kegiatan kami di beberapa hotel yang memerlukan jasa kami, dengan sumbangan sukarela. Hasil tersebut kami gunakan untuk mebayar Pembina tari dan mendonasikan kepada anak – anak sanggar untuk kepentingan sekolah.


Pada tahun 2018 akhir, kami berkeinginan membuat yayasan yang terdaftar resmi di pemerintahan, dengan tujuan supaya seni budaya yang kami bina saat ini menjadi lebih maju ,bertambah wawasan. Dengan di bantu oleh anggota sanggar maka terbentuklah dengan resmi YAYASAN DARMA SEMARA GIRANG pada awal tahun 2019.


Dengan terbentuknya YAYASAN DARMA SEMARA GIRANG maka kami membuat nama panggilan yang mudah di ingat dan di mengerti dari berbagai kalangan yaitu BALI SAKTI CULTURE. Dengan nama baru BALI SAKTI CULTURE kami mengharapkan akan lebih membuka wawasan dan dapat menginspirasi kekuatan budaya bali pada khususnya, serta mengkolaborasikan kebudayaan dari budaya lain pada umumnya.


BALI SAKTI CULTURE membutuhkan dukungan moral dan material dari segala penjuru, kami ingin menghasilkan karya seni dan budaya yang telah ada , serta mengkreasikan seni dan budaya tersebut.
Demikian sejarah dari Sanggar SEMARA GIRANG kami uraikan , semoga bisa menjadi pedoman dan semangat untuk menuju keberhasilan.

Ubud 1 January 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here